Oleh: yovita1305 | April 20, 2008

pEcanDU G@ME berESiko @UTIS,,???

Penggemar game sebaiknya berhati-hati. Karena, selain menyita banyak waktu, game players berisiko mengalami gejala autisme.

Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan dalam konferensi psikolog Inggris tahunan di Dublin mengungkapkan dampak negatif bagi pencandu game. Kebiasaan menekan tombol dan berlama-lama duduk di depan komputer dihubungkan dengan gangguan kepribadian, yaitu autisme.
Autisme adalah gangguan perkembangan neurologis berat yang memengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Peneliti menemukan keasyikan bermain game mampu mendominasi seluruh aspek kehidupan karena pencandu hanya terpaku pada permainan tersebut.

Dalam penelitian ini disertakan 400 pencandu game komputer yang kebanyakan pria. Parahnya, mereka memuaskan hobinya dengan rutin bermain. Keseluruhan subjek diminta memainkan game online bertajuk Asheron’s Call.

Hasil penelitian Charlton menyebutkan, pencandu game menunjukkan adanya hubungan dengan kepribadian, seperti percaya diri rendah, kepribadian introvert, ketakutan, kecemasan. Beberapa karakteristik tersebut biasa ditemui pada penderita sindrom asperger, salah satu bentuk dari autisme yang mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain, berinteraksi sosial dan berkomunikasi.

Dari keseluruhan subjek, sebanyak 3 persen menunjukkan gejala-gejala akibat kecanduan game. Bahkan, sebagian pencandu game menunjukkan gejala sedikitnya tiga yang mengindikasikan sindrom asperger, salah satunya krisis percaya diri.

Untuk menguatkan hasil penelitian, Dr Charlton menyatakan, keseluruhan subjek sebelumnya tidak mengindikasikan gejala tersebut. Kini mereka menunjukkan gejala yang mirip seperti penderita pada umumnya. Gejala itu meliputi ketidakmampuan berempati dan tidak memedulikan keberadaan orang di sekitarnya.

Sangat disayangkan, orang-orang di sekitarnya tidak menyadari bahaya yang mungkin timbul saat asyik bermain di depan komputer. Dengan demikian, tidak jarang mereka dibiarkan saja menghabiskan waktu berjam-jam. Bagi pria yang telah menikah, kebiasaan ini akan memengaruhi kehidupan pernikahan yang telah dibangun. Mereka berisiko mengalami perceraian akibat pola hidup berantakan.

Kecenderungan obesitas berisiko mengalami penyakit berbahaya. Obesitas merupakan kelebihan lemak yang sebagian besar terjadi akibat kebiasaan buruk dalam mengatur jadwal atau porsi makan. Pengaturan porsi makan yang berlebihan atau overeating, terlalu banyak mengonsumsi camilan, sangat berpengaruh besar terhadap obesitas. Selain itu, ditambah kurang melakukan latihan fisik atau berolahraga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: