Oleh: yovita1305 | April 24, 2008

bERhemAT bERsamA LAmpU LED,,

Lighting Science Group minggu ini berencana memperkenalkan portofolio produk LED diganti dengan bohlam putih yang diharapkan akan menarik lebih banyak perhatian konsumen. Semua jajaran produknya menggunakan soket ulir yang sama dengan bohlam bikinan Edison.

Chief Business Development Officer of Lighting Science Group Zach Gibler mengungkapkan rencananya mendistribusikan lampu LED dengan ulir listrik konvensional itu bekerjasama dengan retailer besar.

Lampu LED untuk rumah tangga kini memang sudah tersedia. Namun pemakaiannya masih terbatas. Tantangan utamanya adalah untuk menebus harga bohlam ini yang lebih mahal daripada lampu pijar. Sementara pancaran warna cahayanya kadang melemah.

Lampu seperti ini sangat cocok digunakan di Indonesia yang tengah dirundung persoalan minimnya pasokan listrik. Sehingga tak hanya membantu konsumen tetapi juga PLN hingga pengurangan subsidi listrik.

Dengan harga US$ 40 (Rp 368 ribu, kurs 9.200) hingga US$ 110 (Rp 1 juta), bohlam LED tetap saja mahal bagi kebanyakan konsumen. Namun Lighting Science Group berdalih lampu Edison seharga US$ 50 sen (Rp 4.600) hanya bertahan 750 hingga 3.000 jam.

Sedangkan LED hanya akan diganti setelah pemakaian 50 ribu jam atau 10 hingga 30 tahun. Perusahaan mengklaim penghematan dana sampai US$ 740 (Rp 6,8 juta) berkat usia pakai dan penghematan konsumsi energi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: